Mengapa Spaced Repetition Adalah Teknik Belajar yang Efektif Menurut Neurosains
Let's linked LinkedIn


Mungkin Anda pernah mengalami situasi di mana Anda merasa sudah menguasai suatu materi dengan baik, namun saat berhadapan dengan soal ujian atau mencoba mengingat konsep tersebut beberapa minggu kemudian, ternyata banyak yang terlupa. Fenomena ini sebenarnya adalah hal yang sangat umum dan dijelaskan dengan kurva lupa (forgetting curve) yang dikembangkan oleh Hermann Ebbinghaus. Kurva ini menunjukkan bahwa ingatan kita akan informasi baru cenderung berkurang secara drastis jika tidak diulang secara berkala.

Learning Python with Spaced Repetition

Di sinilah teknik spaced repetition berperan. Teknik ini adalah salah satu strategi belajar yang didukung oleh riset dalam bidang neurosains. Tujuannya adalah untuk mengulang materi pada interval waktu tertentu, sehingga informasi tersebut dapat diingat lebih lama dan tersimpan dalam memori jangka panjang.

Apa Itu Spaced Repetition?

Spaced repetition adalah metode belajar yang memanfaatkan pengulangan materi secara teratur, namun dengan interval yang semakin panjang seiring waktu. Ini berarti, alih-alih mengulang materi setiap hari tanpa perubahan, Anda hanya mengulang ketika ingatan Anda mulai pudar. Dengan kata lain, interval pengulangan disesuaikan berdasarkan seberapa baik Anda mengingatnya. Ketika materi diulang pada waktu yang tepat, ingatan tersebut akan diperkuat, sehingga Anda tidak hanya menghafal secara sementara, tetapi benar-benar memahami dan menyimpannya dalam otak untuk jangka panjang.

Bagaimana Spaced Repetition Bekerja?

Secara sederhana, otak kita bekerja dengan memperkuat jalur sinaptik ketika kita mengulang informasi pada waktu yang tepat. Jika materi tidak diulang, jalur sinaptik tersebut akan melemah, dan informasi tersebut menjadi sulit untuk diakses. Inilah yang menyebabkan kita sering kali melupakan informasi yang pernah kita pelajari.

Prinsip Kerja Spaced Repetition

  1. Pembelajaran Awal: Ketika pertama kali mempelajari sesuatu, otak menciptakan jejak sinaptik baru untuk menghubungkan konsep-konsep tersebut.
  2. Pengulangan Pertama: Ulangi materi dalam waktu singkat, misalnya 1 atau 2 hari setelah belajar pertama. Pada tahap ini, ingatan masih lemah, sehingga perlu penguatan.
  3. Interval Kedua: Ulangi lagi setelah 3 hingga 4 hari. Pada tahap ini, jika materi masih diingat, jalur sinaptik semakin diperkuat.
  4. Interval Berikutnya: Perpanjang interval waktu menjadi 7 hari, 14 hari, 30 hari, dan seterusnya. Setiap kali informasi diulang dengan sukses, interval waktu berikutnya bisa diperpanjang lebih lama.

Semakin kuat ingatan yang terbentuk, semakin jarang Anda perlu mengulang materi tersebut. Proses ini membantu otak menganggap informasi tersebut sebagai sesuatu yang penting dan layak disimpan dalam ingatan jangka panjang.

Mengapa Spaced Repetition Efektif?

Riset dalam bidang neurosains telah membuktikan bahwa pengulangan materi pada interval yang tepat memiliki dampak besar pada pembentukan ingatan jangka panjang. Berikut beberapa alasan mengapa teknik ini begitu efektif:

1. Mencegah Kurva Lupa

Kurva lupa menunjukkan bahwa kita melupakan sebagian besar informasi dalam waktu 24 jam setelah mempelajarinya, jika tidak diulang. Dengan spaced repetition, kita bisa mencegah penurunan ini dengan mengulang materi tepat sebelum ingatan mulai memudar.

2. Memperkuat Jejak Sinapsis

Setiap kali materi diulang, sinapsis yang terlibat dalam penyimpanan informasi tersebut diperkuat. Ini menciptakan jalur neural yang lebih stabil, yang membuat informasi lebih mudah diakses ketika diperlukan.

3. Mengurangi Kebutuhan untuk Belajar Berulang

Alih-alih belajar tanpa henti, spaced repetition memungkinkan kita belajar lebih sedikit namun lebih efektif. Ketika diulang pada waktu yang tepat, satu kali pengulangan bisa lebih bermakna dibandingkan dengan mengulang berkali-kali dalam satu waktu tanpa jeda.

4. Efisiensi Waktu

Dengan spaced repetition, kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengulang semua materi setiap hari. Anda cukup fokus pada materi yang benar-benar memudar dari ingatan, sehingga proses belajar menjadi lebih terarah dan efisien.

Cara Menerapkan Spaced Repetition

Untuk menerapkan spaced repetition secara efektif, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Mulai dengan Materi Dasar

Ketika memulai, fokuslah pada poin-poin utama dari materi yang ingin Anda pelajari. Jangan terlalu banyak memaksakan informasi di awal. Misalnya, jika Anda sedang belajar bahasa pemrograman Python, mulailah dari konsep-konsep dasar seperti variabel, tipe data, dan struktur kontrol.

2. Atur Interval Pengulangan

Setelah pembelajaran pertama, atur interval pengulangan yang semakin panjang seiring waktu, seperti:

  • Pengulangan pertama: 1 hari setelah belajar.
  • Pengulangan kedua: 3 hari setelah pengulangan pertama.
  • Pengulangan ketiga: 7 hari setelah pengulangan kedua.
  • Pengulangan keempat: 14 hari setelah pengulangan ketiga.

Sesuaikan interval ini tergantung pada seberapa baik Anda mengingat materi.

3. Gunakan Sistem Pengingat

Manfaatkan aplikasi atau alat bantu yang mendukung metode spaced repetition, seperti:

  • Anki: Alat bantu belajar yang menggunakan algoritma spaced repetition untuk mengatur waktu pengulangan flashcard.
  • SuperMemo: Perangkat lunak yang mengatur interval pengulangan berdasarkan kinerja ingatan Anda.

4. Uji Pemahaman dengan Pertanyaan

Jangan hanya menghafal definisi. Cobalah untuk menguji pemahaman Anda dengan pertanyaan yang memerlukan penerapan konsep, bukan sekadar pengulangan kata-kata.

5. Review Secara Berkala

Bahkan setelah interval pengulangan terjauh (misalnya, 30 hari), tetap lakukan tinjauan berkala untuk memastikan ingatan tetap kuat. Anda bisa menggabungkan informasi lama dengan konsep-konsep baru yang sedang Anda pelajari.

Kesimpulan

Spaced Repetition adalah metode belajar yang efektif untuk memperkuat ingatan dan meningkatkan pemahaman jangka panjang. Dengan menerapkan teknik ini, Anda tidak hanya menghafal, tetapi juga menciptakan pemahaman yang lebih mendalam dan menyeluruh. Menggunakan interval waktu yang tepat, memanfaatkan sistem pengingat, dan menguji diri secara aktif adalah kunci utama dalam teknik ini.

Selamat belajar dengan lebih cerdas, bukan lebih keras!


Ingin Coba Spaced Repetition?

Jika Anda tertarik untuk mencoba teknik ini, Anda bisa mulai dengan mengidentifikasi materi utama yang ingin Anda kuasai, atur interval pengulangan, dan uji ingatan Anda secara berkala. Kunci dari spaced repetition adalah konsistensi, jadi buatlah jadwal yang realistis dan teratur untuk memaksimalkan efektivitas belajar Anda.